Baik itu kehidupan individu, rumah tangga,
dan juga masyarakat.
Apa saja pengaruh, ketika seseorang itu
benar2 mencontoh ibadah haji seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW:
1. Kembali kepada fithrah
Setiap muslim ketika melaksanakan ibadah
haji yang tidak ada kemaksiatannya, ketika ia menjalankan Sunnah sebagaimana
dicontohkan Rasulullah, maka ia akan kembali kepada fithrah.
Hadist: “barangsiapa melaksanakan haji, dan
dia tidak raffats, maka dia akan kembali fithrah”
Bersih dari korupsi, bersih dari
menghalalkan segala cara, bersih dari memusuhi hamba2 Allah.
Luar biasa dampaknya, jika kita benar2
dalam kehidupan ini berguru kepada perguruan tinggi bernama ibadah haji.
2. Cepat merespon panggilan Allah.
Ketika mereka melaksanakan ibadah haji atau
pun umrah. Waktu sholat di Mekkah, jam 5 subuh sebenarnya sholat subuh, tapi
jam 3 mereka sudah pergi ke Masjidil Haram untuk thawwaf, membaca Al Quran dan
saat adzan berkumandang, segera sholat.
Kalau kita cepat merespon panggilan Allah,
maka kita akan banyak memproduksi kebaikan2. Kita memang diperintahkan untuk
cepat merespon panggilan Allah.
Al Anfal 24: Hai orang-orang beriman,
penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu
yang memberi kehidupan kepada kamu,
Sholat adalah panggilan Allah, bekerja
dengan halal adalah panggilan Allah, berkhidmat melayani masyarakat adalah
panggilan Allah, dstnya.
Bila masyarakat kita seperti itu, maka Negara
kita akan melompat sangat jauh.
Karena salah satu problema yang dihadapi
bangsa kita adalah lambat dalam merespon.
Lambat dalam melayani masyarakat, lambat
dalam belajar, dstnya.
3. Meninggalkan kebiasaan2 buruk
Kita manusia, yang kalau tidak sering
diberikan nasehat dan peringatan, maka kebiasaan buruk akan sulit kita
tinggalkan.
Apa saja kebiasaan2 buruk itu?
1. Lambat dalam merespon
2. Tidak jujur
3. Tidak mengatakan terus terang
4. Memakan makanan yang tidak sehat
5. Mengghibahi orang
6. Malas, dsbnya
Bukankah orang yang mengalami perjalanan
jauh, wukuf di arofah, bermalam di muzdalifah, lalu ke Mina dan melempar jumrah
aqobah, padahal mereka dalam keadaan capek, kurang tidur dan sebagainya.
Begitulah gambar orang yang ingin melempar jauh kebiasaan2 buruk. Mereka lempar
sejauh2nya.
Kebiasaan2 buruk di negri ini harus kita
lempar jauh2:
1. Kemalasan
2. Bertengkar mencari2 keburukan saudara
kita, dengan menilai secara obyektif
Itu semua bisa kita lakukan. Masalahnya
adalah, apakah kita mau atau tidak mau.
Sama seperti masuk surge, “Semua ummatku
akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Barang siapa yang taat kepadaku maka
ia amsuk surga, dan barangsiapa yang tidak mau mengikuti aku (maksiat) maka dia
tidak mau masuk surga.”
Islam turun ke dunia ini untuk mengubah
kebiasaan2 buruk. Bukankah kebiasaan orang2 Arab dulu kebiasaan2nya adalah meminum minuman keras, suka berlama2 dalam berperang, dsbnya. Dan itu semua berubah setelah datangnya Islam.
4. Memproduksi Kebaikan2
Mabrur berasal dari kata birr yang artinya
kebaikan. Jadi ia akan banyak memproduksi kebaikan.
Jangan sampai setelah ia pulang dari ibadah
haji, ia pulang ke negaranya, korupsi lagi, buka aurat lagi, dsbnya.
5. Menjadi agen/unsur perubahan menuju yang
lebih baik
Alangkah beruntungnya sebuah bangsa, ketika
saudara2nya pulang dari haji, mereka berubah menjadi orang2 yang lebih baik.
Sebelum berangkat haji, mereka diberi bekal yang benar. Sebaik2 bekal adalah
taqwa. Maka mereka akan mengubah wajah dunia, menjadi lebih baik.
Haji yang tidak bercampur dengan dosa.
Bohong adalah dosa. Menipu adalah dosa, berkhianat adalah dosa. Kalau semua itu
kita tinggalkan, maka itulah yang dimaksud dengan haji telah mengubah kita.
6. Menampilkan nilai2 kemanusiaan yang
mulya, yang utama
Apa saja nilai2 kemanusiaan di dalam ibadah
haji?
1. Persatuan
Apakah dia presiden, raja, perdana mentri,
ulama, tidak ada perbedaan. Semua wukufnya di arofah. Siapa pun yang thawaaf
tetap thawwafnya harus menutup aurat. Semuanya sama, yang kulitnya putih,
kuning atau pun hitam. Yang bahasanya arab, atau bukan, semuanya sama dalam
ibadah haji.
Coba kalau ini kite terapkan dalam
keluarga, masyarakat, berpolitik.
Karena yang membedakan manusia di hadapan Allah
adalah taqwanya, bukan kedudukannya di dunia. Siapa yang duluan sampai di
masjidil haram, dialah yang duduk di paling depan.
2. Sabar
Kita mengenal haji plus, atau apa pun
namanya, tapi semua sama saja, membutuhkan kesabaran. Sabar ketika turun dari
pesawat, sabar ketika macet, sabar
ketika menunggu jatah makanan, dsbnya.
Haji memberikan contoh yang terbaik.
3, Memberikan kemudahan
Permudahlah, jangan persulit.
Nabi kalau disuruh memilih 2 perkara, Nabi
selalu memilih yang termudah.
Termasuk sekarang mudah melempar, karena
sudah semaju itu pembangunannya.
Kemudahan2 itu kita bawa ke Negara kita.
Bukan berarti memudah2kan itu melanggar hukum, bukan!
Jangan sampai birokrasi menjadi mahal
karena ada kesulitan2.
Nabi pernah ditanya, “bagaimana kalau saya
berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab, “lakukanlah!”
4. Keamanan
Kita lihat dari sekian banyaknya orang,
tapi keadaan tetap aman
Apa saja yang kita pahami dari pengaruh
positif haji, di antaranya adalah:
Kerjasama dan sama2 kerja
Kerjasama antara pemerintah dengan rakyat.
Kerjasama antara travel haji dengan para pembimbing hajinya. Kerjasama Negara
Arab Saudi dengan negara2 lainnya, dsbnya
Itu semua terlihat jelas. Ini harus kita
syukuri. Dan salah satu bentuk syukurnya adalah kita terapkan dalam kehidupan
ini.
Kerjasama antara rakyat dan pemerintahnya
dalam menjalankan ajaran Allah. Karena Islam yang begitu luas, tidak mungkin
dikerjakan sendirian. Dalam bepergian tiga orang saja harus diambil satu orang
pemimpin. Apalagi dalam berbangsa dan bernegara.
Semoga haji kita menjadi haji mabrur. Dan
yang belum pergi haji, dipercepat. Semoga kita menjadi agen2 perubah. Aamiin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar