Jumat, 12 Juni 2015

Pengaruh Ibadah Haji dalam Kehidupan

Baik itu kehidupan individu, rumah tangga, dan juga masyarakat.

Apa saja pengaruh, ketika seseorang itu benar2 mencontoh ibadah haji seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW:

1. Kembali kepada fithrah

Setiap muslim ketika melaksanakan ibadah haji yang tidak ada kemaksiatannya, ketika ia menjalankan Sunnah sebagaimana dicontohkan Rasulullah, maka ia akan kembali kepada fithrah.

Hadist: “barangsiapa melaksanakan haji, dan dia tidak raffats, maka dia akan kembali fithrah”

Bersih dari korupsi, bersih dari menghalalkan segala cara, bersih dari memusuhi hamba2 Allah.

Luar biasa dampaknya, jika kita benar2 dalam kehidupan ini berguru kepada perguruan tinggi bernama ibadah haji.

2. Cepat merespon panggilan Allah.

Ketika mereka melaksanakan ibadah haji atau pun umrah. Waktu sholat di Mekkah, jam 5 subuh sebenarnya sholat subuh, tapi jam 3 mereka sudah pergi ke Masjidil Haram untuk thawwaf, membaca Al Quran dan saat adzan berkumandang, segera sholat.

Kalau kita cepat merespon panggilan Allah, maka kita akan banyak memproduksi kebaikan2. Kita memang diperintahkan untuk cepat merespon panggilan Allah.

Al Anfal 24: Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu,

Sholat adalah panggilan Allah, bekerja dengan halal adalah panggilan Allah, berkhidmat melayani masyarakat adalah panggilan Allah, dstnya.

Bila masyarakat kita seperti itu, maka Negara kita akan melompat sangat jauh.

Karena salah satu problema yang dihadapi bangsa kita adalah lambat dalam merespon.

Lambat dalam melayani masyarakat, lambat dalam belajar, dstnya.

3. Meninggalkan kebiasaan2 buruk
Kita manusia, yang kalau tidak sering diberikan nasehat dan peringatan, maka kebiasaan buruk akan sulit kita tinggalkan.

Apa saja kebiasaan2 buruk itu?
1. Lambat dalam merespon
2. Tidak jujur
3. Tidak mengatakan terus terang
4. Memakan makanan yang tidak sehat
5. Mengghibahi orang
6. Malas, dsbnya

Bukankah orang yang mengalami perjalanan jauh, wukuf di arofah, bermalam di muzdalifah, lalu ke Mina dan melempar jumrah aqobah, padahal mereka dalam keadaan capek, kurang tidur dan sebagainya. Begitulah gambar orang yang ingin melempar jauh kebiasaan2 buruk. Mereka lempar sejauh2nya.

Kebiasaan2 buruk di negri ini harus kita lempar jauh2:
1. Kemalasan
2. Bertengkar mencari2 keburukan saudara kita, dengan menilai secara obyektif

Itu semua bisa kita lakukan. Masalahnya adalah, apakah kita mau atau tidak mau.

Sama seperti masuk surge, “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Barang siapa yang taat kepadaku maka ia amsuk surga, dan barangsiapa yang tidak mau mengikuti aku (maksiat) maka dia tidak mau masuk surga.”

Islam turun ke dunia ini untuk mengubah kebiasaan2 buruk. Bukankah kebiasaan orang2 Arab dulu kebiasaan2nya adalah meminum minuman keras, suka berlama2 dalam berperang, dsbnya. Dan itu semua berubah setelah datangnya Islam.

4. Memproduksi Kebaikan2

Mabrur berasal dari kata birr yang artinya kebaikan. Jadi ia akan banyak memproduksi kebaikan.

Jangan sampai setelah ia pulang dari ibadah haji, ia pulang ke negaranya, korupsi lagi, buka aurat lagi, dsbnya.

5. Menjadi agen/unsur perubahan menuju yang lebih baik

Alangkah beruntungnya sebuah bangsa, ketika saudara2nya pulang dari haji, mereka berubah menjadi orang2 yang lebih baik. Sebelum berangkat haji, mereka diberi bekal yang benar. Sebaik2 bekal adalah taqwa. Maka mereka akan mengubah wajah dunia, menjadi lebih baik.

Haji yang tidak bercampur dengan dosa. Bohong adalah dosa. Menipu adalah dosa, berkhianat adalah dosa. Kalau semua itu kita tinggalkan, maka itulah yang dimaksud dengan haji telah mengubah kita.

6. Menampilkan nilai2 kemanusiaan yang mulya, yang utama

Apa saja nilai2 kemanusiaan di dalam ibadah haji?
1. Persatuan
Apakah dia presiden, raja, perdana mentri, ulama, tidak ada perbedaan. Semua wukufnya di arofah. Siapa pun yang thawaaf tetap thawwafnya harus menutup aurat. Semuanya sama, yang kulitnya putih, kuning atau pun hitam. Yang bahasanya arab, atau bukan, semuanya sama dalam ibadah haji.

Coba kalau ini kite terapkan dalam keluarga, masyarakat, berpolitik.

Karena yang membedakan manusia di hadapan Allah adalah taqwanya, bukan kedudukannya di dunia. Siapa yang duluan sampai di masjidil haram, dialah yang duduk di paling depan.

2. Sabar
Kita mengenal haji plus, atau apa pun namanya, tapi semua sama saja, membutuhkan kesabaran. Sabar ketika turun dari pesawat, sabar  ketika macet, sabar ketika menunggu jatah makanan, dsbnya.

Haji memberikan contoh yang terbaik.

3, Memberikan kemudahan
Permudahlah, jangan persulit.

Nabi kalau disuruh memilih 2 perkara, Nabi selalu memilih yang termudah.

Termasuk sekarang mudah melempar, karena sudah semaju itu pembangunannya.

Kemudahan2 itu kita bawa ke Negara kita. Bukan berarti memudah2kan itu melanggar hukum, bukan!

Jangan sampai birokrasi menjadi mahal karena ada kesulitan2.

Nabi pernah ditanya, “bagaimana kalau saya berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab, “lakukanlah!”

4. Keamanan
Kita lihat dari sekian banyaknya orang, tapi keadaan tetap aman

Apa saja yang kita pahami dari pengaruh positif haji, di antaranya adalah:

Kerjasama dan sama2 kerja
Kerjasama antara pemerintah dengan rakyat. Kerjasama antara travel haji dengan para pembimbing hajinya. Kerjasama Negara Arab Saudi dengan negara2 lainnya, dsbnya

Itu semua terlihat jelas. Ini harus kita syukuri. Dan salah satu bentuk syukurnya adalah kita terapkan dalam kehidupan ini.

Kerjasama antara rakyat dan pemerintahnya dalam menjalankan ajaran Allah. Karena Islam yang begitu luas, tidak mungkin dikerjakan sendirian. Dalam bepergian tiga orang saja harus diambil satu orang pemimpin. Apalagi dalam berbangsa dan bernegara.


Semoga haji kita menjadi haji mabrur. Dan yang belum pergi haji, dipercepat. Semoga kita menjadi agen2 perubah. Aamiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar