Senin, 08 Desember 2014

Permusuhan Orang2 Kafir Terhadap Kaum Muslimin di Dunia Ini

Kalau kita membaca Al Quran secara mendalam, kita akan mendapati ayat2 AQ yang menjelaskan kenapa orang2 kafir memerangi orang2 muslim.

1. Sikap orang kafir terhadap kaum muslimin adalah sikap permusuhan

Mereka ingin umat manusia kembali ke kufuran, mereka menyesatkan umat Islam dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki, dengan media dengan ekonomi dengan pendidikan, agar umat Islam jauh dari ajaran Islam.

2. Iri dan dengki, kenapa yang menjadi Nabi itu dari Bani Hashim dan kenapa bukan dari keluarga kita?


QS Al Baqarah 105: “Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita semua bagaimana dahsyatnya permusuhan orang2 kafir baik ahli kitab mau pun orang musyrik.

Ketika Ummat Islam diberikan rahmat berupa Al Quran dan Rasulullah sebagai teladan, sehingga kita mudah dalam mengatasi segala permasalahan di dunia. Lalu bagaimana awalnya sikap kita dalam menghadapi permusuhan dari orang kafir seperti itu? Walau pun dalam perjalanannya nanti ada dinamikanya.

Tidak ada masalah dalam hidup ini kecuali Allah sudah berikan solusinya. Maka solusi untuk menghadapi ini adalah:

1. As Shobru
2. Taqwa

Tipu daya mereka sedikit pun tidak akan membahayakan kalian, karena Allah memililki sifat Muhith, yaitu meliputi segala sesuatu, mengetahui seluruh pekerjaan orang kafir, apakah itu yang disembunyikan, apakah itu yang terang2an.

Solusi untuk kita sabar dan taqwa memang bukan satu2nya, tapi ini adalah modal awal. Karena orang yang sabar akan diberikan solusi dan orang yang taqwa tidak akan takut.

Hal lain yang harus diwaspadai:

1. Dilarang menjadikan mereka sebagai penasehat, sehebat apa pun mereka, baik itu dari segi ekonomi politik atau segi apa pun itu.

QS Ali Imran 115: Jangan menjadikan orang2 kafir sebagai orang dekat,

Orang2 kafir itu tidak sebatas membahayakan kaum muslimin, kalau mereka bisa membuat sesuatu yang lebih besar, maka mereka akan melakukan untuk yang lebih besar.

Karena Islam itu tidak terbatas pada Negara tertentu. Jadi jangan sampai mengatakan bahwa Al Quran ini hanya untuk Nabi saja, atau untuk bangsa Arab saja. Bukan! Tapi Islam adalah untuk alam semesta, karena Allah adalah Tuhannya alam semesta.

2. Tidak hanya berharap agar umat Islam itu selalu dalam keadaan bahaya, tapi mereka juga menginginkan agar kaum muslimin mengikuti mereka, tapi mereka ingin agar umat Islam terbelakang ekonominya, pendidikannya, militernya, dsb.

Mereka memperlihatkan permusuhannya dengan jelas2 terhadap kaum muslimin ketika berbicara, dan tidak ada sedikit pun malu dan takut untuk menjelek2an Al Quran dan Islam. Kata mereka, Al Quran adalah budaya umat terdahulu, Nabi dikatakan gemar perang, dsbnya.

QS Al Haj 72: Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Orang2 kafir di mana pun tidak mendengar, tidak menginginkan ayat2 Al Quran dibacakan. Jadi ketika umat Islam membacakan ayat2 Allah, mereka meneriaki, “Bung, ini bukan masjid!”. Seolah2 ayat Allah itu hanya untuk di masjid saja, seolah2 Al Quran dibacakan hanya bulan romadhon saja. Jangan sampai orang2 Islam mengikuti orang2 kafir, menghina Islam, Allah, RasulNya dan menghina Al Quran..

Ada ayat2 khusus yang berbicara tentang siapa yang paling dahsyat permusuhannya, dan ternyata itu adalah orang2 Yahudi dan orang2 musyrik.

QS Al Maidah 82: “Sungguh benar2 kamu akan jumpai manusia yang paling dahsyat permusuhannya terhadap orang2 beriman, yaitu Yahudi dan orang2 musyrik.”

Yahudi kenapa memusuhi? Mereka tahu bahwa di akhir zaman akan turun Nabi di Yatsrib (sekarang adalah Madinah), mereka berbondong2 dari Syiria ke Yatsrib agar anak keturuannya lah nanti yang menjadi nabi.

Musyrik Mekkah memusuhi, karena mereka iri, kenapa yang jadi nabi bukan dari keturunan mereka, tapi kenapa dari Bani Hasyim.

Hadist Nabi tentang orang Yahudi, “Seandainya 10 saja pemuka agama Yahudi, beriman padaku, niscaya seluruh Yahudi beriman.”

Itu menandakan sulitnya mereka beriman.

Walau demikian Al Quran adil, mengatakan bahwa sebagian meraka ada yang beriman, karena memang ada Yahudi yang masuk Islam.


Ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa permusuhan orang Yahudi lebih besar daripada orang2 musyrik, dan pada akhirnya, musyrik Quraisy banyak yang masuk Islam dibandingkan Yahudi. Padahal orang2 Yahudi sudah mengetahui terlebih dahulu tentang kedatangan Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman.

Minggu, 07 Desember 2014

Beberapa Sarana yang Dipakai Orang2 Kafir untuk Rakus

Seluruh cara yang dipakai oleh orang2 kafir untuk mendapatkan dunia, sebenarnya itu bukan kebahagiaan, tapi justru akan berakhir dengan adzab.

A. Mengumpulkan Harta2 Benda dan Menumpuk2/Memperbanyaknya

Di mana pun ada kesempatan, menumpuk kepentingan, mengeruk kekayaan apakah itu di negri sendiri maupun di negri orang lain

QS Al Humazah 1-3: Binasa bagi orang kafir yang hobinya mencela.

Orang kafir yang suka mengumpat umat Islam mencela Nabi, itu seperti apa, yaitu orang yang suka mengumpulkan harta benda, dan menghitung2nya, dan dia mengira bahwa harta benda nya bisa membuatnya abadi di dunia.

Tidak peduli itu halal atau haram. Milik dia atau Negara lain. Maka kita melihat tidak sedikit kapal-kapal dari negara lain yang mengambil ikan2 di lautan Indonesia. Mereka memang seperti itu, senangnya melanggar aturan.

Maka tidak sedikit orang2 kafir yang stress, banyak bunuh diri bila hartanya berkurang, karena hartanya adalah tuhan, yang setiap hari dihitung.

QS Al Fajr 17-20: Sekali2 tidak. Kamu tidak memberikan makan anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. Dan kamu menyintai harta dengan cinta yang menggila sehingga lupa.

Di antara caranya adalah,

1. Membangun gedung2 yang tinggi. Karena dengan membangun gedung2 yang tinggi itu seakan2 ia kekal selama2nya.

2. Membangun benteng2 yang kokoh

Itu bukan hal yang baru, sudah ada sejak kaum ‘Ad, yang teknologinya sudah luar biasa, yang mungkin dikatakan saat itu bukan zaman teknologi.

QS Asy Syu’ara 128-129: Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati? Dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu akan hidup kekal?

Mungkin ada yang bertanya: Bukankah membangun benteng, gedung yang tinggi adalah sebuah karya yang besar, tapi kenapa dikatakan tidak ada gunanya?
Sebuah peradaban, kalau dibangun semata2 riya’, ingin dipuji, maka dikatakan tidak ada gunanya. Itu lah kita harus ikhlas.

Seluruh amal sebesar apa pun, kalau bukan karena Allah, tidak ikhlas, maka pahalanya akan putus, dan ini dikatakan oleh Allah sebagai ‘abbas (tidak ada gunanya)!

Kita tahu kaum ‘Ad yang secara fisik kuat, tapi dihancurkan oleh Allah. Makna dihancurkan oleh Allah adalah, mereka mati dalam keadaan kufur. Sejelek2 kematian adalah mati dalam keadaan kufur.

B. Membeli Kehidupan Dunia dengan Akhirat

Dunia yang digambarkan oleh Nabi seberat sayap nyamuk, dibeli dengan akhirat. Akhirat mereka tinggalkan, untuk bersenang2 dengan kehidupan dunia yang Cuma sedikit.

An Nisa 78: Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.

QS Al Baqarah 86: Mereka itulah orang2 kafir yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat. Maka mereka tidak akan diringankan sedikit pun adzab dan mereka tidak akan ditolong.

Ketika berada di antara dua kelompok yang bertanding, mereka akan berpihak pada dua belah pihak, yang penting mendapatkan keuntungan

QS An Nisa 74: Maka hendaknya perangilah di jalan Allah, yaitu orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, maka dia akan dibunuh atau pun menang, sama saja, mendapatkan pahala yang besar.

Bahayanya orang2 yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat. Kita tidak saja disuruh waspada, tapi juga harus diperangi.

Dianggap dia itu teman, tapi ternyata musuh. Makanya kita mendengar, apakah Negara tetangga itu kawan atau lawan. Kalau ada keuntungan, maka dia jadi kawan, tapi kalau tidak ada keuntungan, maka dia jadi lawan.


C. Kikir/Pelit

Manusia memang sifatnya adalah kikir. Kecuali orang2 yang dijaga oleh Allah, maka kalau kita mengaku beriman, jangan kikir, jangan pelit. Yang kikir itu orang kafir, mereka tersiksa kalau hartanya berkurang barang sedikit saja.

Orang munafik itu ketika lahirnya kan mengaku beragama Islam, tapi ketika meninggalnya dia mati dalam keadaan kafir, akrena Iman itu bukan sekedar ucapan, tapi pembuktian juga. Islam sekedar tercatat di KTP nya.

QS At Taubah 75- : Di antara orang2 munafik ada orang yang berjanji pada Allah, sungguh jika Allah memberikan anugrahNya kepada kita, kita benar2 akan menjadi orang yang soleh. Tapi ketika Allah memberikan anugrahNya kepada mereka, tapi mereka kikir dan pelit dan mereka berpaling dari Allah, dan Allah biarkan mereka nifaq

Kebanyak orang munafik itu tidak bertobat, karena keberpihakannya bukan pada iman. Maka ulama mengatakan bahwa kufur itu satu agama, baik itu kufurnya orang kafir maupun kufurnya munafik.


Semoga kita dijauhkan dari ini semua. Aamiin..

Jumat, 05 Desember 2014

Upaya Orang Kafir dalam Kehidupan Dunia (2)

A. Upaya orang kafir untuk merusak masjid2 Allah.

Mereka hidup di dunia tidak ada tujuan lain, kecuali dunia. Mereka tidak takut pada Allah. Konsekuensinya, kebijakan mereka tidak takut pada Allah. Mana ada kejahatan yang paling besar dari menghancurkan masjid2 Allah?

QS Al Baqarah 114: “Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”

Ulama tafsir memberikan kita pemahaman tentang siapa yang dimaksudkan dengan orang yang menghalang-halangi, seperti yang disebutkan di ayat di atas:
1. mereka yang menghalang-halangi masjid Allah untuk disebut nama Allah, adalah Nasrani. Baitul Maqdis dirusak.

2. mereka yang merusak masjid2 Allah adalah buhtanus shor, dan pasukannya. Masjid yang dihancurkan itu baitul maqdis

3. orang-orang musyrik Quraisy, ketika mereka menghalang-halangi Rasulullah

QS Al Anfal 34: Mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

4. Orang-orang Yahudi, yaitu ketika kiblat kaum muslimin dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, hal itu berat bagi mereka, sehingga mereka menghalang-halangi masnuia sholat menghadap kabah, dan bahkan mereka mau menghancurkan masjidil haram, dan di akhirat mereka mendapatkan siksa yang besar.

Meskipun pendapat ulama tafsir berbeda, tapi itu berupa variatif, tidak bertentangan, karena intinya, mereka semua adalah orang kafir. Karena seorang ulama, Ibnu Idris mengatakan, kafir itu adalah satu agama.

Kalau tidak dihancurkan masjid itu secara fisiknya, mereka menghancurkan masjid dengan cara lain, seperti mematai2 isi ceramahnya, menghalang-halangi orang ke masjid, dsbnya.

B. Memakan atau Mendapatkan Harta Benda Umat Manusia dengan Cara yang Bathil

Ketika memakan harta benda, tidak peduli, punya siapa pun, punya Negara mana pun, baik itu dengan senjata

QS An Nisa 161: Mereka mengambil riba, padahal mereka dilarang untuk riba dan mereka memakan harta benda dengan bathil, dan disediakan bagi mereka adzab yang pedih.

Apa definisi manusia itu disebut memakan harta benda secara bathil. Yaitu; mengambil harta benda tanpa dengan jalan yang benar, misalnya:

1. Ketika mendapatkan harta dengan cara menyogok/membantu kebathilan manusia/orang yang bathil dibela seolah2 benar sedangkan yang salah tidak dibela.
Gaya hidup seperti ini adalah gaya hodup orang kafir. Merusak tatanan hidup, karena yang dibela bukan orang yang benar, tapi orang-orang yang salah.

QS Al Maidah 62: Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

2. Mendapatkan uang dengan cara riba.
Riba di dalam sejarahnya, popular dalam orang-orang Yahudi, bahkan berkampanye mendapatkan riba dari bangsa selain Yahudi, bahkan hal itu dianggap mendekatkan diri kepada Allah. Naudzubillahi min dzalik.

Riba itu aslinya dari orang-orang kafir. Maka orang-orang beriman tidak boleh mengambil riba. Sebenarnya sejak dulu riba dilarang dalam Islam sampai sekarang, tapi guru2 orang Yahudi menyuruh riba dari dulu sampai sekarang. Mari kita lihat bagaimana Allah mengancam pelaku riba dalam ayat berikut:

QS At Taubah 34: “Hai orang-orang yang beriman, ketahuilah kebanyakan dari ahbar dan ru’ban, pendeta-pendeta Yahudi itu memakan harta manusia dengan cara yang bathil, mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, dan ingatlah orang-orang yang menumpuk harta benda.”


Ketika dipanggil Allah dengan panggilan Yaa ayyuhalladziina aamanuu, itu panggilan untuk kita, agar kita tidak mengikuti guru2nya orang Yahudi.

Bagaimana cara mereka mendapatkan harta dengan cara yang bathil? Di antaranya adalah:

1. Dia mengambil dari upah tulisan mereka. Mereka menulis buku, dengan tangan emreka, dan tangan mereka yang menulis buku ini, mereka katakana pada umat amnesia: Ini dari Allah. Padahal itu tangan mereka, tapi mereka katakana: ini dari Allah.

Tidak boleh mendapatkan uang atas nama agama, padahal itu kebohongan, seperti yang dilakukan para pemimpin agama Yahudi dan Nashara. Mereka mendapatkan adzab yang pedih.

QS Al Baqarah 79: Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

Faway lul, maka kebinasaan, atau nama Neraka Way, bagi orang yang menulis buku dengan tangan mereka sendiri, dengan tujuan agar mendapatkan harta. Allah sebutkan bahwa itu demi mendapatkan uang yang sedikit. Uang sedikit dimaksudkan bukan kuantitasnya. Berapa pun banyaknya harta yang didapatkan dalam rangka mendapatakan murka Allah, maka semuanya dianggap sedikit.

2. Mereka mendapatkan uang dari harta benda orang-orang yang berbeda agamanya dengan mereka.

Dengan orang yang berbeda agama, di

Ali Imran 75: Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

Ali Imran 76: (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

Orang Yahudi punya keyakinan, kalau curang dengan orang lain itu, boleh2 saja. Yang mereka pahami dengan ummiyyin itu adalah orang selain yahudi.

Ibnu Katsir mengatakan, bahwa sesungguhnya orang yahudi mengatakan: “kami ini tidak dosa kalau merampas hak-haknya orang lain, karena di agama kita diperbolehkan mengambil harta dari orang ummiyyin (selain yahudi)

Berbeda dengan agama Islam, yang mengharamkan kedzholiman, baik itu dzholim kepada orang Islam maupun orang non muslim. Allah melarang orang beriman mengambil harta yang bathil. Di dalam Al Quran, itu d

QS An Nisa 29: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.


Semoga kita semua, Negara yang kita cintai ini dihuni oleh orang-orang yang bersih. Aamiin..

Kamis, 04 Desember 2014

Upaya Orang Kafir di Dunia (1)

Orang-orang kafir mengupayakan dunianya untuk dunia. Orang-orang beriman tidak boleh mengikuti tujuan yang hanya sesaat seperti ini. Ketika seorang kafir berprestasi di dunianya, maka Allah kasihkan apa yang dia usahakan. Allah kasih uang, kekuasaan, kepandaian, dsbnya.

QS Al Isra 18: Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Maksud dari “liman nuriid” (kepada siapa yang Allah inginkan) di sini dimaksudkan kesuksesan dunia itu tidak akan berhasil bagi setiap orang yang menginginkan. Banyak orang yang menginginkan kekuasaan, tapi ada yang jadi berkuasa, ada yang tidak.

Berbeda dengan dunia, kalau orientasinya akhirat, maka barangsiapa menghendaki pahala, maka akan ia dapatkan. Oleh sebab itu juga, di dalam hadist tentang niat disebutkan “Maka barangsiapa yang hijrah terhadap apa saja (maa)” di sini digunakan kata “maa” itu bermakna apa saja di dunia, maka konsekuensinya ada yang berhasil mendapatkannya, dan ada yang tidak.

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Aisyah: Dunia adalah negri orang yang tidak punya negri, dan bagi dunia itu seseorang mengumpulkan.

Jadi yang menumpukkan, yang menghimpun-himpun harta itu adalah orang yang tidak punya

Orang kafir upayanya di dunia ini maunya mengumpulkan saja, sehingga mereka tidak akan pernah puas.

Upaya ini sudah barang tentu ada konsekuensinya.

1. Upaya mereka terhadap ayat-ayat Allah, semaksimal mungkin untuk meredupkan ayat2 Allah.

Orang yang disebut berupaya, maknanya adalah seseorang mengerahkan seluruh daya upayanya untuk perkaranya. Seluas-luasnya sampai mentok upayanya itu, dilak

QS Al Hajj 51: “Dan orang-orang yang berupaya seoptimal mungkin untuk melemahkan ayat-ayat Kami itu, tempatnya adalah di neraka jahim.”

QS Saba 38: “Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.”

Seluruh ayat Allah pasti benar adanya, tidak boleh ada ummat Islam yang ragu terhadapnya.

Selalu begitu, ketika ayat-ayat Al Quran berbicara tentang upaya melemahkan ajaran Islam, langsung diberitakan adzab.

Orang-orang kafir memusuhui Islam, tidak dengan dana yang sisa, tidak dengan media yang sisa-sisa, semuanya dikerahkan, apakah harta, media, senjata, semuanya digunakan untuk melemahkan Islam, sehingga Islam terlihat tidak indah. Islam ditampilkan dalam hidup ini seolah-olah sesuatu yang seram, menakutkan, dan itu tidak dalam anggaran yang sisa-sisa.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mreka bersungguh-sungguh dalam menghalang-halangi manusia dari ajaran Allah, jangan sampai ada manusia yang percaya ajaran Allah,

Logikanya, kalau orang kafir bersungguh-sungguh menghalang-halangi ajaran Islam, mestinya ummat Islam bersungguh-sungguh memperkenalkan Islam yang indah ini. Orang kafir membuat makar siang malam, sedangkan orang Islam memperjuangkan Islam dengan umur sisa, waktu sisa, jabatan sisa. Tidak boleh begitu.

2. Mereka bersungguh-sungguh untuk berbuat kerusakan

QS Al Baqarah 27: “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Seperti apa kerusakan yang ditimbulkan orang-orang kafir di muka bumi ini? Mereka membinasakan tanam2an dan keturunan-keturunan. Agar menguasai ekonomi, mereka hancurkan system ekonomi umat, mereka hancurkan tanam2an

QS Al Baqarah 205: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

Mereka tidak senang kaum muslimin itu keturunannya banyak. Sebagaimana ulama telah mengatakan, ketika kita memahami Al Quran, kita tidak boleh memahami sebatas sebab yang khusus. Al Quran bukan berlaku sepanjang zaman dan bagi seluruh umat manusia di mana pun di belahan dunia mana pun. Karena Allah adalah Tuhan alam semesta. Sehingga tidak boleh orang Islam menyatakan pernyataan yang menyesatkan bahwa Al Quran itu hanya untuk orang-orang Arab saja. Tidak boleh!

Jadi mereka membuat kerusakan di bumi dengan menghancurkan tanam-tanaman, keturunan-keturunan, padahal tanaman dan keturunan itu adalah nikmat Allah. Dan di antara nikmat bercocok tanam

QS Al Baqarah 223: “istri-istri kamu adalah tempat bercocok tanam kamu.”

Bagaimana Al Quran menggambarkan keindahan seorang istri, karena istri menghasilkan kebaikan2. Umat yang banyak yang berkualitas, bukan sekedar banyak lalu emmbebankan Negara.

Orang-orang kafir tidak suka ummat Islam kerturunannya banyak sehingga mereka bunuh anak-anak.

3. Menyulut Api Peperangan

Tidak ada perang di dunia ini kecuali di belakangnya ada orang-orang kafir. Otak peperangannya adalah orang-orang kafir. Tetapi orang2 muslim tidak semuanya memahami hal ini.

QS Al Maidah 64: Setiap mereka menyalakan api peeprangan, Allah akan padamkan api itu. Dan mereka berusaha semaksimal mungkin berbuat anarkis di muka bumi ini. Allah tidak menyintai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Umat Islam diciptkana untuk emmbangun dunia. Jihad untuk membangun dunia. Teroris menghancurkan. Jihad menyatukan umat, teroris menghancurkan umat.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah SWT bisa mengamalkan dan menghidupkan Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Rabu, 03 Desember 2014

Sifat2 Orang Kafir di Kehidupan Dunia (Makar)

Setiap orang beriman harus selalu mempunyai kepekaan dalam hidupnya agar waspada terhadap sifat-sifat orang kafir yang dijelaskan di dalam Al Quran.

1. Menghalang-halangi ajaran Allah.

Mereka menginginkan orang lain tidak menjalankan agama Islam, sehingga balasan yang akan diterima mereka di akhirat nanti adalah dobel, yaitu karena kekafirannya dan karena usaha mereka menghalang-halangi orang dari jalan Allah.

QS An Nahl 88: “Orang-orang yang kafir dan mereka menghalang2i jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan, disebabkan mereka berbuat kerusakan.”

Jenis kerusakan anarkis bentuk apa pun tidak boleh, seperti merusak bangunan, dll, tapi perbuatan paling anarkis di dunia ini adalah menghalang-halangi seseorang di jalan Allah.

QS Al Anfal 36: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,”

Untuk menggambarkan betapa besarnya dana yang digelontorkan orang-orang kafir untuk menghalangi orang dari jalan Allah, Allah pertegas harta yang digelontorkan itu dengan kata amwal, dan disebutkan sebanyak dua kali. Ini menunjukkan bahwa dana yang mereka keluarkan tidak setengah-tengah, tapi dana yang banyak. Bukan dana sisa-sisa.

Selalu menghambat ajaran Allah, jadi seorang tidak boleh mengikutinya. Jangan sampai mengaku-ngaku beragama Islam, tapi ia malah membentuk opini bahwa seorang pejuang Islam itu seolah-olah anarkis. Itu adalah sifat orang kafir.

Ayat ini turun kepada orang Quraisy yang bapaknya anaknya terbunuh pada perang Badar, mereka datang kepada para pembesar Quraisy, meminta agar digalang dana untuk membunuh Nabi Muhammad.

Tapi ingat, meskipun hal di atas adalah sebab turunnya ayat Al Anfal 36 ini, tapi di dalam memahami Al Quran, yang perlu diperhatikan bukan hanya sebab yang khusus, tapi sebab yang umum, bahwa hal ini bisa terjadi sepanjang masa.

2. Berbuat Makar (tipu daya)

Makar adalah sebuah perbuatan yang tujuannya adalah membahayakan seseorang dalam sifat yang disamarkan, dirahasiakan. Jadi makar itu mengaburkan perbuatan yang membahayakan, tapi ditampilkan dalam bentuk seolah2 bermanfaat.

QS Al Anfal 30: “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.”

Ulama tafsir mengatakan, setiap ayat yang dimulai dengan kata “idz” (ingatlah), ini menyiratkan bahwa ini sejarah yang akan terus berulang.

Tiga makar sepanjang masa yang dilakukan orang2 kafir:
1. Menangkap dengan alasan yang berbagai macam, dengan pasal2 berlapis agar bisa dimauskkan ke penjara, walau tidak ada bukti, itu bisa dibikin, yang penting bisa ditangkap
2. Membunuh. Nabi hampir dibunuh atas anjuran seorang tua yang sebenarnya adalah iblis yang menjelma, “wahai pemuda Quraisy, bunuh itu Muhammad.”
3. Mengusir dari kampung halamannya karena beliau berdakwah.

Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan musyawarah orang2 kafir di Mekkah untuk membunuh Nabi. Sejarah akan berulang. Kalau di masa sekarang, berarti membunuh para ulama, aktifis dakwah dengan berbagai cara.

Jenis-jenis Makar yang dikerjakan:

1. Perbuatan-perbuatan yang terlihat indah

Mereka selalu berbuat, perbuatan2 yang seolah2 menyenangkan manusia, padahal intinya agar orang tidak beriman, mereka mencoba menghalang2i cahaya Allah (padahal mereka tidak akan mungkin mampu), dan mereka bangga dengan apa yang mereka kerjakan.

QS Ar Ra’d 33-34: “Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah.”

Mengatasnamakan ini sebuah peradaban, ini sebuah kemajuan zaman, tapi sesungguhnya yang ingin mereka lakukan adalah menghalang-halangi ajaran Allah. Mereka menemukan adzab dalam kehidupan dunia, dan di akhirat kelak akan lebih berat lagi.

2. Ketika ditimpa musibah, lalu ditolong oleh Allah, dan setelah berada dalam keadaan aman, mereka kembali menertawakan ajaran Allah.

QS Yunus 21: “Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.”

Selalu begitu. Oleh karena itu Allah memerintahkan pada RasulNya dan kita semua, jangan sampai kita bernafas sempit sehingga dada kita tidak nyaman. Tidak! Karena ketika orang kafir diam-diam berbuat makar, Ingat! Allah SWT akan membalas makar mereka. Ketika mereka berbuat makar, Allah akan membalas makar mereka, dan Allah sebaik-baik Pembalas makar.

Orang-orang kafir ketika berbuat makar, mereka bersatu padu, dengan setan manusia dan setan jin, bersatu padu secara rahasia untuk membahyakan kaum muslimin, saling memberikan informasi. Semua sama suaranya, apakah kafir dalam maupun luar negri, semua sama. Karena sumber mereka adalah sama, yaitu setan.

QS Al An’am 112: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”

Nabi manusia yang terbaik, yang membawa ajaran rahmat bagi semua manusia, seharusnya didukung. Tetapi yang terjadi, ternyata ada musuh yang menghadang, yaitu setan-setan manusia dan setan-setan jin. Di sini Allah mendahulukan setan manusia agar kita lebih waspada. Setan jin akan pergi bila kita bacakan dzikir, tapi kalau setan mansuia belum tentu. Mereka menyerukan dengan bahasa2 yang indah, seperti istilah-istilah stabilitas, kebersamaan, toleransi, dsbnya, tapi sebenarnya mereka mau berbuat makar.

Cara menghadapinya, kalau yang dihadapi adalah setan jin maka perbanyaklah berdzikir. Kalau hamba Allah berdzikir, maka setan akan sembunyi, tapi kalau manusia lupa dzikir, setan akan berikan rasa was was. Sedangkan setan manusia dihadapi dengan cara waspada.

Ketika Rasulullah berdakwah, ditanya oleh Bani Syaiban,” Wahai saudara Quraisy, kamu mengajak manusia berdakwah, ini mau dibawa ke mana?”
“Aku mengajak mereka agar mereka benar-benar menyembah Allah, tidak ada Illah yang wajib disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah,” jawab Rasulullah.
Mendengar jawaban itu, Bani Syaiban berkata, “kalau begitu kamu pasti diperangi oleh orang Arab dan non Arab”


Oleh karena itu tidak heran bila manusia-maanusia yang berdakwah itu diperangi, Jangan khawatir, asalkan kita berbuat benar, kita akan dilindungi Allah. 

Selasa, 02 Desember 2014

Sifat Orang Kafir di Dunia (Beriman Sepotong-Sepotong)


Beriman sepotong-sepotong, karena beriman kepada Nabi yang satu, tapi kufur terhadap Nabi yang lainnya. Beriman kepada ajaran yang satu, tapi kufur terhadap ajaran yang lainnya.

QS An Nisa 150-151: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.”

Mana ajaran yang dia senangi, maka dia beriman, dan mana ajaran yang dia tidak senangi, maka dia kufur.

Bisa jadi dia masih beragama Islam, tapi terjangkit penyakit orang kafir, yaitu memotong-motong keimanan, tidak utuh. Padahal seluruh ajaran yang datang dari Nabi mana pun, semua sumbernya sama yaitu dari Allah, walaupun ada perbedaan yang detil-detil seusai dengan zamannya, tapi ingat! Nabi Muhammad adalah yang terakhir, yang isi ajarannya tidak ada perbedaan sama sekali.

Orang-orang yang meskipun mengaku beriman, tapi sementara ia kufur kepada Nabi yang lainnya, maka ia kafir. Karena keimanan itu harus utuh.

Di ayat di atas, sampai-sampai Allah menguatkan hal ini dengan kalimat “Mereka itu adalah orang-orang yang kafir, yang sebenar2nya kafir (haqqah). Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir, adzab yang memedihkan.”

QS Al Baqarah 85-86: “Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.”

Ketika kita mengetahui bahwa sifat orang kafir itu memotong-motong keimanan, maka pelajaran yang harus kita petik adalah kaum muslimin jangan sampai mengikuti orang-orang kafir. Jangan sampai ada seseorang yang mengaku beriman, tapi imannya itu sesuai dengan hawa nafsunya. Jangan sampai hanya mau menerima ajaran Islam tentang toleransi, tapi tidak mau menerima ajaran Islam tentang jihad. Islam mengajarkan toleransi, tapi juga mengajarkan jihad ketika kaum muslimin diinjak-injak, ajaran Islam dilecehkan.

Orang-orang kafir itu saling membantu, saling melindungi satu sama lainnya. Apa pun agamanya, orang-orang kafir itu akan saling mendukung dalam mempertahankan kekufurannya dan dalam memerangi kaum muslimin. Orang muslim tidak boleh meragukan tentang hal ini, karena Allah yang menciptakan manusia yang paling tahu tentang manusia.

QS Al Maidah 51: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Orang yang beriman harus berpihak pada Allah dan RasulNya. Jangan sampai mengaku beriman tapi berpihak pada orang kafir. Al Wala wal Bara’. Cinta karena orang itu mencintai Allah, dan benci karena orang itu membenci Allah. Walau demikian, kita tetap harus berlaku adil kepada orang-orang di luar agama Islam.

Kalau ada orang mengaku beragama Islam, tapi kok mengangkat pemimpin orang kafir, maka Allah tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang dzalim (orang-orang yang tidak menempatkan pada tempatnya) itu. Meskipun seluruh dunia mengatakan bahwa pilihannya itu benar.

QS Al Anfal 73: “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Orang kafir dijelaskan di Al Quran, bahwa mereka saling tolong menolong. Jadi, jangan sampai sesama orang beriman malah saling bercakar-cakaran. Kalau itu terjadi, maka akan terjadi fitnah di muka bumi yang besar.

2. Mengingkari janji

Kita harus waspada ketika mengadakan perjanjian dengan orang-orang kafir. Jangankan janji kepada manusia, janji kepada Tuhannya saja ia rusak.

QS Al Baqarah 26-27: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Di dalam ayat ini dengan jelas disebut: Alladziina (menujukkan keumuman dari orang yang dimaksud), sehingga maksudnya, orang kafir mana pun di dunia ini, baik di dalam negri, maupun di luar negri, adalah sama. Mereka meminta damai, tapi belum juga selesai masa yang dijanjikan, mereka sudah rusak kembali janjinya, yaitu membunuhi kaum muslimin,

Apa janji yang dirusak itu?
1. Wasiat Allah pada makhlukNya, yang berupa perintah yang harus dilaksanakan, dan larangan yang harus dicegah, maka mereka langgar.

2. Orang kafir ahlil kitab dan orang munafik, yaitu mereka tidak mengaku kenabian Muhammad SAW, padahal di kitab suci mereka sudah dituliskan bahwa akan ada Nabi di akhir zaman yang bernama Ahmad. Jadi bukan karena mereka tidak tahu, tapi semata-mata karena iri dan dengki, sehingga mereka tidak mau mengakui kenabian Muhammad SAW.

3. Seluruh orang yang syirik, kufur dan nifaq, mereka semua merusak janji pada Allah (tauhid/iman)

QS Al A’raf 172: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"

Manusia itu dulunya berjanji bahwa ia beriman pada Allah, tapi setelah itu kenyataannya mereka merusak janjinya, ingkar pada Allah.

4. Perdamaian.

QS Al Anfal 55-57: “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya). Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.”

Seburuk-buruknya makhluk adalah orang kafir. Kenapa? Karena mereka tidak beriman.

Janji dengan Allah dan Nabi saja dirusak, apalagi janji dengan manusia. Jangan sampai kita terlena dalam pergaulan dunia ini, sehingga kita tertipu. Karena sejarah telah mencatat tidak sedikit kaum muslimin tertipu oleh perjanjian dengan orang kafir.

Allah menjelaskan sifat-sifat ini secara panjang lebar di dalam Al Quran, agar kita tidak mengikutinya. Semoga kita semua diselamatkan oleh Allah dari sifat-sifat tidak terpuji itu. Aamiin.


Senin, 01 Desember 2014

Sifat-Sifat Orang Kafir Dalam Kehidupan Dunia (Ghurur/GR)

Ghurur atau GR atau tertipu oleh dirinya sendiri.

Al Mulk 20: “Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.”

Hal-hal yang menjadikan mereka tertipu:

1. Tertipu oleh kesenangan kehidupan dunia dan hiasan2nya.
Kalau kita tadabburi ayat-ayat Al Quran maka kita akan jumpai penjelasan berulang-ulang bahwa kehidupan dunia itu kesenangan yang menipu.

Ali Imran 185: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Al Hadid 20: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Faathir 5-6: “Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Sekian banyak ayat-ayat Al Quran yang berbicara bahwasanya kesenangan dunia itu ghurur, mereka tertipu. Setelah Allah SWT memberikan peringatan agar tidak tertipu dengan kesenangan dunia, Allah juga memberitahukan sifat-sifat orang kafir yang tertipu dengan kehidupan dunia. Penyakit yang menular ini jangan sampai menular ke diri orang-orang beriman.

QS Al An’am 70: Biarkan orang-orang yang menjadikan agama kamu sebagai permainanan, dan mereka tertipu oleh kehidupan dunia.

Tertipu oleh ketenaran, tertipu oleh tingginya ketinggian teknologi persenjataan, dsbnya, Kita sebagai orang-orang beriman tidak boleh tertular penyakit ini.

2. Angan2 kosong (al amaaniy).
Orang kafir dan orang-orang musyrik menggantungkan angan2 kosongnya kepada Tuhan2 palsu yang mereka sembah. Tuhan-tuhan palsu itu mereka bikin sendiri, tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak dapat menolak bahaya. Dianggapnya berhala-berhala itu bisa mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Dan itu bukan hanya orang musyrik yang tertipu, tapi juga ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), karena menganggap Uzair sebagai anak Allah, Isa sebagai anak Allah.

QS At Taubah 30: “Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?”

QS Al Baqoroh 78: Dan di antara mereka juga adalah orang-orang yang ummy, dan mereka tidak mengetahui Kitab,

Ketika Al Quran menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang-orang kafir itu tertipu, dan yang menjadi hal tertipu itu adalah angan-angan kosong, Allah memperingatkan supaya orang-orang beriman jangan ikuta2an terjatuh ke angan-angan kosong. Karena di Al Quran itu tidak ada basa basi.

Orang Islam yang merasa dirinya cukup puas dengan keberadaannya sebagai muslim, tidak membuktikan keIslamannya dengan perbuatan, maka ia sama dengan berangan2 kosong.

QS An Nisa 123: “(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.”

Imam Ghozali dalam kitab Ulumuddin, menjelaskan salah satu sifat yang berbahaya adalah ghurur. Ghururnya kaum muslimin ada 2 jenis, yaitu:
1. ghururnya orang awam: saya ini kan orang Islam, jadi tidak apa-apa sekali-kali melakukan keselahan kan nanti sebentar saja masuk neraka, nanti juga masuk surga.
2. ghururnya ulama: saya ini kan ulama, tidak akan masuk neraka. Kalau saya saja yang ulama masuk neraka, lalu siapa lagi yang akan masuk surga?

Astaghfirulloh!
Walaupun kita nantinya akan masuk surga, tapi jangan pernah kita masuk neraka, karena kita tidak akan sanggup merasakan siksanya.
Walaupun kita ulama, tapi kita ini manusia, yang juga bisa masuk neraka jikalau kita mengikuti hawa nafsu.

3. Bisikan-bisikan setan-setan jin dan setan-setan manusia

Kita perlu ketahui bahwa setan itu selalu membisiki, baik setan manusia maupun setan jin. Sampai-sampai Allah mendahulukan menyebut setan manusia daripada setan jin.

QS Al An’am 112: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin; sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah menawan untuk menipu (manusia)."

Bahkan orang2 Islam juga dibisiki, seperti bisikan-bisikan ini:
Hai anak muda, kok masih muda sudah mau tobat, nanti saja kalau sudah tua baru tobat.
Hai pejabat, masih menjabat kok sudah bertobat. Nanti saja kalau sudah pensiun, dstnya.

QS An Nisa 117-121: “Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.”

Setan sudah bersumpah melalui janji-janji kosong. Ini bukan cuma dari setan2 jin, tapi justru Allah menyebutkan setan manusia yang duluan disebutkan. Karena manusia itu kalau disebutkan, “hey, di kuburan itu ada setan,” maka manusia akan percaya. Tapi kalau dikatakan, “hey, teman dekat kamu itu setan, karena mengajak kamu mengerjakan hal yang buruk,” maka manusia biasanya tidak akan percaya. Kecenderungan manusia merasa aman dari jenis setan manusia seperti itu, maka Allah mengingatkan kepada manusia, bahwa setan manusia itu juga ada.

QS An Nisa 120: “dan tidak lah janji setan itu, kecuali ghurur (menipu).”

Ketika setan itu membisiki manusia, akhirnya fitrah manusia yang suci bersih, bisa menyimpang. Ketika manusia diciptakan dalam keadaan fithrah, dan di antara makna fithrah adalah Islam, sehingga manusia siap menerima Islam, tapi pertanyaannya kenapa manusia bisa menyimpang dari Islam, padahal Islam itu begitu indah?

Jawabannya adalah: karena setan membisiki.

Hadist qudsi: sesungguhnnya seluruh manusia itu hunafa (orang-orang yang lurus), tetapi setan membisiki mereka sehingga menjauhkan manusia dari agamanya.

Setiap orang yang jauh dari rahmat Allah, dari agama Islam, itu berarti dia adalah setan, dikarenakan akar kata setan adalah syaithanah yang artinya dijauhkan dari rahmat Allah.

Kalau ada orang yang mengaku beragam Islam tapi tertipu oleh setan, maka keIslamannya harus diperbaiki dan diperbaharui.


Semoga kita mendapatkan rahmat Allah. Aamiin.