Selasa, 16 Desember 2014

Bahaya Nifaq (Kemunafikan) dalam Kehidupan Dunia Ini

Nifak itu penyakit mental, penyakit kejiwaan. Allah SWT berulang2 ketika bebicara tentang nifaq menyebutkan “di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambahkan penyakit”

QS Al Baqarah 10: Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Di dunia ini, bila di dalam hatinya ada penyakit, maka Allah tambahkan.

Hadist: “Ketahuilah dalam tubuh manusia itu ada muthgah, Apabila muthghah itu baik, maka baik seluruh tubuhnya. Tapi bila muthghah itu buruk, maka seluruh tubuhnya buruk. Apa itu muthghah? Ia adalah hati atau jiwa. Dan nifaq adalah penyakit jiwa.”

QS Al Anfal 49: (Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit (syak) dalam hatinya berkata: "Orang-orang (Islam) itu telah diperdayakan oleh agama mereka (sehingga mereka berani menentang kami yang lebih besar bilangannya)". Dan (yang sebenarnya) sesiapa yang bertawakal kepada Allah (dengan sepenuh-penuh yakin, maka Allah akan menolongnya untuk mengalahkan musuh yang lebih besar bilangannya), kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Naudzubillahi mindzalik. Bukankah Islam adalah agama rahmat? Tapi orang munafik mengatakan bahwa Islam menipu pengikutnya.

Para sahabat, saksi2 wahyu, mereka takut terjangkit nifaq. Sampai2 Umar yang dikatakan, “Ya Umar, iblis takut padamu” itu, tapi Umar datang ke Huzaifah. Huzaifah adalah sahabat yang mempunyai daftar orang2 munafik yang diberitahukan oleh Rasulullah. Umar menanyakan, “apakah ada nama saya di dalam daftar itu hai Hudzaifah.” Sebenarnya Hudzaifah orang yang bisa dipercaya (al amin), dia menjaga nama2 itu baik2, tapi karena Umar mendesaknya, akhirnya ia mengatakan, “tidak ada ya Umar.”

Sangking hati2nya para sahabat Nabi, sehingga mereka tidak berani menyolatkan orang, kalau Huzaifah tidak ikut menyolatkan, karena Huzaifah tidak akan menyolatkan orang munafik, dan para sahabat tidak mau ikut menyolatkan orang munafik.

Ibnu Umar mengatakan,“Aku jumpai 30 sahabat nabi, seluruhnya takut terhadap virus nifaq.”

Generasi terbaik, yang dijamin masuk syurga, saja masih takut terhadap virus munafiq. Apalagi kita, harusnya lebih takut terhadap virus nifaq.

Bahaya orang munafik:

1. Jangan sampai menjadikan orang munafik menjadi pemimpin, teman

Allah SWT memberikan peringatan kepada orang2 beriman agar waspada dari orang2 munafiq. Di dalam Al Quran benar2 mewanti2 agar tidak tertipu terhadap orang2 munafiq. Karena orang munafiq bisa jadi orang kaya, pandai, punya pengaruh, dan jangan sekali2 kita tertipu terhadapnya. Virus nifaq bisa menghancurkan masa depan ummat, berbangsa dan bernegara.

Orang2 munafik menyembunyikan kekufuran tapi menampakkan keIslaman, itu bisa menghancurkan umat Islam

QS Ali Imran 118: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

QS Ali Imran 119: Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

Allah yang Pengasih dan Penyayang, mewanti2 jangan sampai orang beriman itu menjadikan orang munafik sebagai teman dekat kamu, epnasehat kamu. Lidah mereka sangat tajam menyakitkan umat Islam, tapi ingat apa yang mereka sembunyikan di dalam hati adalah lebih besar lagi.

QS At Tahrim 9: Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Nabi orang yang paling santun, toleransi, tapi dapat intsruksi dari Allah untuk memerangi orang munafik dan orang kafir. Orang kafir itu jelas, tapi bagaimana dengan emmerangi orang munafik karena mengaku Islam. Ulama tafsir mengatakan, memeranginya dengan hujjah: “Kalau orang2 munafik itu sudah berada satu barisan dengan orang2 kafir, maka diperangi.”

Apa korelasi antara orang2 kafir dan orang2 munafik. Apa persamaannya? Yaitu sama2 memerangi kaum muslimin. Sama2 tidak suka dengan orang Islam.

Tapi karena disambungkan dengan huruf waw, maka ia berarti perannya sama, tapi pembagiannya berbeda. Orang akfir memusuhi dari luar, dan orang munafik emmerangi dari dalam. Mereka itu lebih bahaya. Tapi di situ tidak dikatakan: “maka bunuhlah,” tidak boleh membunuhnya karena ia masih mengaku Islam, tapi di situ dikatakan: “maka waspadalah.”

2. Nifaq itu kerusakan/tindak anarkis di muka bumi ini.
Kerusakannya kebih besar dari pengrusakan gedung, jalanan, walau orang

QS Al Baqarah 11-12: Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Kerusakan yang dibuat oleh orang munafik itu terus menerus, sehingga membutuhkan perlawanan yang juga terus menerus.

Di zaman Rasulullah SAW, orang2 munafik itu mengaku juga berbuat kebaikan. Tidak mau ikut jihad dengan alasannya melindungi keluarga, itu suatu kebaikan.

Zaman sekarang, membiarkan kemaksiatan, alasannya dalam rangka menjaga toleransi. Ketika tidak jelas jati dirinya, membuatnya repot, bagaimana menyikapinya. Seperti dalam surat An Nisa, ketika dikatakan, “marilah mengikuti Rasul,” malah mereka adalah orang terdepan memusuhi Rasul.

Dan apabila dikatakan kepada mereka, mengikuti kitab yang diturunkan Allah. Kamu lihat bagaimana mereka menghalang2i manusia agar tidak mengikuti ajaran Islam.

Orang2 munafik yang mengaku berbuat kebaikan, akan tetapi mereka tidak mengetayi


Orang2 munafik itu oportunis, kepentingan jangka pendek. Tidak mempunyai timbangan yang benar untuk mengetahui kebaikan dan keburukan, yang ada keberpihakan pada yang menguntungkan saja. Plintat plintut, sama seperti lalat, bisa pergi ke tempat kotor, tempat bersih.

Senin, 15 Desember 2014

Kehidupan Orang2 Munafiq di Dunia

Kajian ini memerlukan kajian yang panjang, karena orang2 munafik itu bahayanya luar biasa. Mereka mengaku umat Islam, tapi sebenarnya membenci Islam.

Ini dijelaskan di dalam surat Al Munaafiquun.

Manusia dari dulu hingga sekarang terdiri atas tiga golongan:
1. Orang2 beriman
2. Orang2 Kafir
3. Orang2 Munafiq

Di dalam surat Al Baqarah, hanya 4 ayat yaitu Al Baqarah 2-5 tentang orang mukmin, tentang orang kafir hanya 2 ayat yaitu Al Baqarah 6-7, tapi begitu berbicara tentang orang2 munafiq sampai 13 ayat yaitu Al Baqarah 8-20.

QS Al Baqarah 8: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Karena begitu bahayanya sampai2 diterangkan panjang lebar di dalam Al Baarah dan bahkan ada surat yang bernama Al Munafiqun.

Apa yang dia lakukan tidak sebesar yang dilakukan orang2 kafir.

Di zaman Nabi saja sudah banyak, apalagi di zaman sekarang. DI zaman Nabi saja yang taqwa lebih banyak daripada yang kafir, apalagi di zaman sekarang.

Apa definisi nifaq (kemunafikan).

Akar kata nifaq adalah : naafaqo, munaafiqu.

Secara istilah Bahasa Arab, ini berarti lubang ke dalam tanah, di mana ada binatang yang punya dua lobang, lubang ketika dia masuk, berbeda dengan lubang dia keluar. Di dalam istilah Bahasa Indonesia, bermuka dua.

Nifaq secara istilah syar’I berarti: menampakkan Islam, menyembunyikan kekufuran.

Secara fisik (zhohir) dia Islam, tapi dia menyembunyikan kekufuran.

Kita perlu mengetahui macam2 nifaq, sehingga kita tahu bagaimana menyikapinya.

1. Munafiq secara akidah. Penyakit ini bisa mengeluarkan seseorang dari ajaran islam.
Sehingga pelakunya dihukum di

QS An Nisa 145: Sesungguhnya orang2 munafiq itu di tempat yang paling bawah dari api neraka.

Orang munafiq yang bersifat itiqodi, ideologis seperti ini, walau lisannya tidak berbicara, tapi dia mendustakan di dalam hatinya, tidak percaya lagi dengan sholat, puasa, haji, dengan hukum2 Islam yang pokok lainnya seperti jihad.

QS Al Baqoroh 18: “Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),”

2. Munafiq dalam perbuatan. Seseorang disebut munafik karena perbuatannya. Ini walaupun dosa besar, tapi tidak mengeluarkannya dari Islam.

Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Bukhairoh, Rasulullah SAW bersabda, “Tanda orang munafiq ada tiga, yaitu ketika dia bicara dia bohong, apabila dia berbicara, dia khianat, apabila dia berjanji, dia menyalahi janjinya.”

Ini tidak berarti orang yang seperti ini ia munafik itiqodi, tapi bila ia masih mempercayai ajaran Islam itu benar, dia masih beriman.

Al Qurthubi berkata, nifaq ketika ada di dalam hati, maka itu sebuah kekufuran. Bila nifaq ada di dalam perbuatan, maka itu sebuah kemaksiatan.

Nifaq itu ada dua,
1. nifaq di dalam hati, bisa mengeluarkan orang dari agama dan memasukkan seseorang ke dalam neraka selama2.
2. nifaq dalam perbuatan, yang bisa membuatnya masuk neraka, tapi setelah dosa2nya dibakar, maka ia bisa masuk syurga. Walau kita tidak berani masuk ke neraka, tapi kelompok yang ini masih punya kesempatan masuk syurga.

Kalau di dalam kitab2 dari ulama, kalau ada pembagian2 seperti ini, jangan disalahpahami, ini semata2 sekedar contoh, tidak bermaksud untuk membatasi.

Membagian yang lainnya, ada dua nifaq:
1. Munafiq yang asli, seperti di zaman Rasulullah ada yang bernama Abdullah bin Ubay Ibnu Salul. Sejak awal ia berpura2 masuk Islam, tapi sebenarnya dia nifaq terus menerus hingag turun termurun.
2. Nifaq yang datangnya baru. Bisa jadi sejak kecil ia Islam, ia santri, hidup dalam kehidupan beragama, tapi perkembangannya, ketika ia berinteraksi dengan berbagai manusia, ia imannya lemah. Yang gila jabatan, dia terpengaruh oleh jabatan. Yang gila harta, dia terpengaruh oleh harta.

Di zaman sekarang, orang seperti ini ada banyak. Ini termasuk nifaq yang munculnya baru, banyak orang yang tidak percaya, bagaimana ia bisa munafiq, bahasanya Arabnya baik, keluarganya baik2, memang seperti itu. Dia meninggalkan keluarganya, pesantrennya, ia tetap mengaku kepada Islam, tapi keberpihakannya kepada kekufurannya. Menghujat Islam, menghujat Al Quran.

Masak sih Islam dikatakan hanya berlaku 15 abad yang lalu, padahal Nabi kita adalah Nabi akhir zaman.

Nifaq yang munculnya baru ini adalah bisa jadi muncul dari lingkungan yang Islami, yang orang tuanya Islam, dia sekolah di pesantren, lalu di tengah kehidupan datanglah kehidupan, muncul ragu. Apakah benar ya, kalau kita hidup taat dengan Al Quran dan Sunnah, kita bisa memimpin dunia, dst. Keraguan2 yang akhirnya membuatnya tidak percaya pada Al Quran dan Sunnah.

Ketika ada yang murtad, maka Allah melahirkan generasi baru.

Hai Orang2 yang beriman, barang siapa yang murtad di antara kalian, maka Allah akan datangkan generasi baru yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.


Semoga yang mengelola negri ini benar2 orang beriman, sehingga kita mendapatkan barokahnya.

Minggu, 14 Desember 2014

Kehidupan orang2 kafir di neraka

Banyak ayat2 Al Quran yang berbicara tentang kehidupan neraka. Neraka itu tempatnya orang2 kafir, dan neraka itu tidak akan punah, berarti manusia2 itu menjadi penghuni neraka selama2nya.

QS Ibrahim 28-30: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka"

Sebenarnaya Allah adalah Ar Rohman Ar Rahim, seluruh manusia diberikan kenikmatan oleh Allah SWT. Nikmat Islam, nikmat kedatangan para Nabi. Tapi orang2 kafir itu mengkufuri nikmat2 itu. Akhirnya sudah barang tentu Allah berlaku adil kepada mereka, memberikan seburuk2nya tempat tinggal.

QS Al Baqarah 35 Orang2 yang Kafir dan mendustakan ayat2 kami, mereka kekal di dalam neraka

QS Al Baqarah 161-162: Sesungguhnya orang2 kafir dan mereka mati dalam keadaan kufur, emreka itu mendapatkan laknat Allah,

Itulah nasib orang kafir sepanjang masa, dilaknat Allah, malaikat, dan

Di dalam sahih bukhrai dari Ibnu Umar. Penghuni syurga masuk ke syurga. Pnghuni neraka ke neraka.

Wahai penghuni syurga, tidak ada kematian selama2nya. Begitu juga dengan penghuni neraka.

Seperti apa neraka itu? Yang paling mengetahui hakikat syurga dan neraka adalah Allah SWT. Tapi paling tidak kita mengetahui sifat2 neraka, sehingga kita tidak

1. Neraka itu bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

Ketika di dunia dulu membatu hatinya, membatu pikirannya, sehingga mereka dibakar dengan batu.

QS Al Baqarah 24: Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

QS At Tahrim 6: Hai orang2 beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia.

Kita selalu waspada, ketika kita berada di depan keluarga kita, seolah2 neraka itu ada di depan kita. Sehingga kita selalu waspada. Kita tidak berani untuk lengah walau hanya sebentar.

Ingat! Jangan bernai mencoba2 dnegan mengatakan tidak emngapa masuk enraka walau sebentar. Jangan sampai ada yang berpikir, kita berbuat maksiat sedikit saja, dan nanti dicuci di neraka lalu masuk syurga. Jangan anggap enteng! Satu hari di neraka sama dengan seribu tahun di dunia.

2. Luas
Orang2 yang dulu di dunia menenggelamkan kebaikan2 Islam, ditutupi dengan pemikiran2 orang kafir melalui medianya, melalui opininya, nanti di akhirat, mereka ditenggelamkan di dalam neraka yang sangat luas dan tidak ada habis2nya mampu menampung orang2 kafir.

Untuk menggambarkan betapa luasnya neraka itu, sampai2 Allah bertanya pada neraka, “Apakah kamu sudah penuh?” Neraka menjawab: Ya Allah, apakah masih ada lagi?

QS Qaaf 30: (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih ada tambahan?"

3. Rantai2 Neraka dan Belenggu2 Neraka

QS Al Haaqqah 30-32 (Allah berfirman): ” Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Menggambarkan betapa mengerikannya siksa di neraka.

QS Al Insan 4: Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Kita tidak bisa membayangkan betapa menakutkannya, seramnya rantai2 itu.

Dalam sahih tirmidzi, Rasulullah bersabda: “Dilempar dikirimkan dari langit ke bumi, jaraknya itu 500 tahun perjalanannya, dan seandainya di ujungnya itu rantai, itu belum sampai pada neraka yang paling dalam.”

Sangat menakutkan.

Kita tidak tahu hal2 seperti ini, kecuali dari Allah SWT melalui Al Quran dan As Suunah

QS Saba 33: Dan kami jadikan belenggu2 itu membelenggu leher orang2 kafir.

Padahal di dunia mereka diberikan kesempatan untuk bertobat, dan memang sebagian dari mereka bertobat. Ketika ayat2 ini dibacakan, para kafir Quraisy yang dulunya kafir musyrik, secepatnya mereka masuk Islam dan menjadi pendukung Islam terdepan. Semoga yang demikian juga dialami oleh orang kafir zaman sekarang.


Semoga kita semua, anak bangsa ini, diberikan hidayah oleh Allah kembali ke jalan yang benar, sebelum kita menyesal di hari yang penyesalan tidak lagi berguna itu.

Sabtu, 13 Desember 2014

Keadaan Orang2 Kafir pada Tempat2 Sebelum Neraka

QS Al Kahfi 49: Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".

Allah menjelaskan keadaan orang2 kafir ketika mereka dihisab di hari kiamat. Kitab amal perbuatan mereka yang sudah tercatat, diletakkan di hadapan mereka. Mereka membuka2nya, membaca kembali. Buku itu benar2 teliti menyeluruh, sehingga mereka berkata, “tidak ada perbuatan yang kecil maupun yang besar, kecuali semuanya tertulis” itu sebabnya mereka ketakutan. Mereka mengakui itu sebuah kerugian, “kanapa dulu di dunia menyia2kan umur yang diberikan oleh Allah. Dan pada hari itu, ketika dihisab oleh Allah, barulah menyesal, di mana penyesalan tidak ada gunanya.

Tidak ada sedikit pun kedholiman yang dilakukan oleh Allah SWT. Seandainya orang2 yang dzholim itu mempunyai seluruh yang ada di dunia, dan mereka berusaha menebus di hari hisab dengan seluruh harat mereka itu, tidak ada gunanya.

Hisab, sebelum mereka menetap selama2nya di neraka, yaitu maksudnya mereka dipermalukan di pengadilan Allah karena saat di dunia mereka

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik.
Orang2 kafir ketika berbuat kebaikan, mereka akan mendapatkan kebaikan itu di dunia saja. Sedangkan di akhirat nanti itu semua habis, tidak ada gunanya.

Orang2 kafir digiring dikumpulkan ke neraka. Ini lah pandangan sangat buruk menimpa orang2 kafir. Bagaimana mereka didorong untuk masuk ke neraka.

QS Az Zumar 71: Dan orang2 kafir itu digiring dikumpulkan menuju neraka Jahannam berbondong-bondong.

Ini dalil bahwasanya sebelum mereka tinggal di neraka selama2nya, mereka digiring. Bukan dengan cara terhormat. Mereka digiring, didorong, ditakut2i, dibentak2, sebagaimana

QS At Thur 13: di hari di mana mereka didorong, dipanggil, dengan dorongan sangat kuat dan menyakitkan

Ini yang bisa kita lihat dalam surat Az Zumar 71, kemudian apa lagi penjelasan Allah tentang digiringnya orang kafir ke neraka.

QS Ash Shooffat 22-23: Bertambah lagi bencana yang menimpa orang2 kafir di mana Allah memerintahkan para malaikat untuk mengumpulkan

Tiga jenis
1. Di antara kata syirik, maknanya adalah adz dzulmu (kedzholiman). Di dunia ini tidka ada perbuatan yang lebih jahat daripadda syirk dan kufur itu.
2. Dan teman2 sejawatnya, yang dulu sama2 bekerja memusuhi Islam bersama2, mereka dikumpulkan nanti
3. Berhala, syetan, akan dikumpulkan bersama2.


QS Al Furqan 12: Apabila neraka melihat mereka

Seolah2 neraka itu makhluk yang bernyawa, dari tempat yang jauh, mereka mendengar neraka marah, yang suaranya menggelegar dengan suara yang menakutkan.

Orang2 yang saat di dunia memerangi Islam, yang tidak menerima mereka bukan hanya Allah, tapi juga neraka. Neraka siap untuk membakar mereka.

QS Al Anam 27: Seandainya kamu melihat ketika orang2 kafir mau dimasukkan ke dalam api neraka, seandainya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat2 Tuhan kami, dan kami termasuk orang2 beriman.

Begitulah keadaan orang2 kafir, begitu mereka berdiri mau didorong ke neraka, barulah mereka berteriak menyesal. Penyesalan sudah tidak ada gunanya. Karena orang kafir yang di dunia memusuhi Allah, RasulNya, Al Quran, orang2 Islam, nantinya akan menyesal.

Maka dari itu, jangan sekali2 mengikuti orang2 kafir. Jangan sampai kita menunda2 penyesalan.

QS Al Kahfi 53: Dan orang2 kafir yang berbuat dosa itu melihat neraka

Mereka tidak akan emnjumpai tempat lari, tempat berpaling dari api neraka itu.

Allah ketika menyebut orang2 kafir, di situ banyak istilahnya: Orang dzholim, syirik, kafir, berbuat kriminal

Sehingga ketika kita mendengar kafir, maka tergabung sifat2 itu dalam diri mereka: berbuat kriminal, berbuat dzholim,

Sangat wajar bila emreka masuk api neraka. Mereka menyesal, dan ingin kembali ke kehidupan dunia, agar beriman, tapi itu sudah mustahil.

QS Hud 8: Seandainya kami tangguhkan adzab dari mereka, sampai pada waktu yang ditentukan, niscaya orang2 kafir itu mengatakan, apa yang menghalanginya

Jadi kalau adzab sudah menimpa mereka, tidak ada sesuatu yang bisa membuat mereka berpaling.

Kalau dengar kata adzab, mereka mengejek, “zaman begini kok cerita tentang adzab, kok cerita tentang neraka.” Seolah2 tidak realistis.


Kehidupan Orang2 Kafir di Tempat2 Sebelum Hari Kiamat

Yaitu sebelum mereka menetap di api neraka.

QS Al Qomar 6-8: Mereka keluar dari kubur mereka seperti belalang menyebar ke mana saja, bersegera menuju orang yang memanggil, kemudia mereka berkata, “ini adalah hari yang sulit.”

Keadaan orang2 kafir ketika mereka keluar dari kubur,

Bagaimana manusia2 yang kafir, yang dulunya merasa gagah, tetapi ketika mereka dibangkitkan dari alam kubur, mereka seperti belalang yang hina. Ketika dulu mereka menghina kaum muslimin, menjelek2kan kaum muslimin.

QS Yasin 51-52: Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera keluar dari dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).

Di dalam ayat ini mereka dipanggill dengan panggilan “ya way lana, mam ba’atasanaa”
Dulunya mereka mengira di dunia ini, mereka tidak akan dibangkitkan dari tempat tidurnya. Dan kuburan itu tempat sementara mereka. Dan akhirnya nanti mereka disiksa oleh Allah.

QS Ibrahim 42-43: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

Ayat ini menggambarkan ketika mereka dibangkitkan dari kuburnya, mereka bangkit menuju suara yang memanggil mereka, mereka bangkit dalam keadaan hina, emreka tidak berani mengangkat kepalanya. Mereka tidak bisa bergerak, padahal dulunya di dunia mereka selalu bergerak untuk menghina umat Islam.

Sebelum menetap selama2nya di neraka, mereka berada di padang mahsyar. Mereka saling berdebat. Yang orang kecil bertengkar mengatakan kepada penguasanya, gara2 kamu saya jadi begini. Yang penguasa mengatakan, salah sendiri, kenapa dulu kamu ikuti saya.

QS Az Zukhruf 67: Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa.

Walau pun ayat ini berceriat tentang keadaan orang2 kafir yang saling bermusuhan, ini juga peringakatn bagi kita semua, kaum muslimin, bahwa koalisi yang abadi yang membawa perdamaian, adalah koalisi yang didasarkan pada taqwa. Orang yang dulunya bersatu, tapi ikatannya bukan atas dasar taqwa, maka mereka akan saling bermusuhan di padang mahsyar.

Di dunia saja, sudah terlihat. Tidak sedikit orang2 yang tadinya sudah berkumpul merencanakan bisnis mereka awalnya senang2, tapi selama persatuan itu diikat buakn dengan keimanan, tapi semata2 kepentingan, maka nanti mereka akan pecah.

Diikat dengan takutnya kita pada Allah, sehingga kita tidak berani berkhianat.

Jadi orang2 yang beribadah, orang2 yang menyembah, mereka berantam bercerai berai, saling bermusuhan, karena ibadah mereka bukan kepada Allah. Orang yang musyrik ini, akan saling menyalahkan.

An Nahl 86-87: Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau". Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang dusta". Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.


Ketika manusia dikumpul

QS Al Ahdzab 6: Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).

QS Ibrahim 21: Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

Bagaimana orang2 yang lemah karena dulunya ditindas oleh para diktator di dunia, dan memohon untuk diringankan barang sedikit saja, ternyata para diktator itu tidak bisa melakukan apa pun barang sedikitpun. Orang2 yang lemah berkata kepada orang2 yang dibesar2kan itu, “kami dulu adalah pengikut kalian, apakah kamu bisa meringankan sedikit saja adzab ini bagi kami?.” Kata mereka, “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

Mumpung kita masih di dunia, tidak ada kata terlambat. Jangan sekali2 kita menjadi budaknya pemimpin2 di dunia yang zholim, walau mereka punya banyak dana. Sedikit pun mereka tidak bisa menolong diri mereka sendiri di pengadilan Allah. Termasuk juga para syetan, tidak bisa lepas dari adzab Allah.

Ibrahim 22: Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Saat itu syetan berkata jujur, ketika berkata jujur sudah tidak lagi berguna.

Ulama tafsir mengatakan, itu adalah dialoq antara orang yang mengikuti dengan yang diikuti, antara wong cilik dengan pempimpin yang dholim

QS An Nisa 97: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Bahayanya rakyat jelata yang mau ditindas

1. Mati dalam keadaan yang dzholim
2. Alasan bahwa mereka adalah wong cilik, ditindas, ditolak oleh Allah.
3. Tempat tinggal terakhir mereka adalah neraka.


Mengambil pelajaran dari orang kafir yang sangat disiksa di akhirat nanti, mari kita berkata pada diri kita, jangan mau menjadi budak2 dari orang kafir. Semoga kita ditolong oleh Allah SWT.

Jumat, 12 Desember 2014

Kehidupan Orang2 Kafir di Akhirat

Ini kita pelajari, pahami, tujuannya agar kita selamat dari sifat2 orang kafir.

Orang kafir adalah kaum yang pandangannya tidak panjang. Pandangan mereka pendek, sependek kehidupan dunia. Seluruh aktifitasnya, tujuannya adalah dunia. Makan untuk makan. Minum untuk minum. Kekuasaan untuk kekuasaan. Dari persepsi yang salah ini, mereka tidak sedikit pun mempersiapkan akhiratnya. Mereka tidak menghendaki bertemu dengan Allah. Karena mereka tidak lah mengetahui, kecuali hal yang nampak bentuk lahiriahnya saja dalam kehidupan dunia.

QS Ar Rum 7: Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai

Adalah sebuah keniscayaan ketika seseorang itu cinta Allah, maka mereka rindu untuk bertemu Allah. Ketika orang tidak cinta Allah, mereka tidak ingin bertemu Allah, dan Allah juga tidak ingin bertemu mereka.

Dari Aisyah, Rasul bersabda:Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR Muslim).

Itulah ulama mengatakan, siksa yang terbesar bagi orang kafir adalah ketika Allah tidak berkenan bertemu dengannya. Dan nikmat terbesar bagi orang mukmin adalah ketika Allah berkenan bertemu dengannya.

Kehidupan Orang2 Kafir di Alam Barzakh (Kubur)

Terdapat nash2 yang begitu banyak menyebutkan bahwa adzab kubur adalah haq (benar adanya). Mereka disiksa oleh Allah sampai nanti mereka dibangkitkan di hari kiamat.

QS Ghafir (Al Mukmin) 45-46: Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“.”

Allah menjaga keluarga Musa dari keluarga Firaun, dan Allah menyiksa Firaun yang kafir itu dengan adzab yang buruk (suual adzab). Di saat pagi dan sore, ketika di alam kubur, sudah diperlihatkan api neraka. Ungkapan ardhu alan naar, itu jelas kejadiannya adalah di alam kubur. Maka dari itu doa2 kita bagi orang tua kita guru2 kita, orang2 yang kita cintai, semoga dijauhkan dari adzab kubur,

“Allohumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qobri laa ilaaha illaa anta.”

QS Thaha 124: Dan brangsiapa berpaling dari dzikir, maka sesungguhnya baginya akan mendapatkan kehidupan yang sulit, dan kamu giring di akhirat dalam keadaan buta.

Ketika di dunia ini matanya buta dari Al Quran dan Sunnah. Malah melihat ajaran2 yang sesat. Maka nanti di akhirat akan digiring oleh Allah dalam keadaan buta. Na’udzubillahi min dzalik.

Ibnu Mas’ud rad an Abu Hurairah, Abu Saida al Khudri, meriwayatkan bahwa ini adalah adzab kubur. Naudzubiillahi mindzaalik.

QS At Tur 47: “Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

Di antara makna dzhalim adalah kafir. Adzab yang dimaksud dengan “adzab di bawah api neraka,” adalah adzab di kubur.

Untuk mempertegas hal ini, walau kita tidak meragukan sedikitpun, mari kita lihat bagaimana Sunnah Rasulullah, yang memberikan informasi ttg siksa kubur:

Nabi bersabda: Sesungguhnya seseorang di antara kalian ketika meninggal, maka akan dinampakkan padanya pada waktu pagi dan sore, apabila ia nantinya penghuni syurga, akan dinampakkan, dan apabila dia penghuni neraka, maka ia akan diperlihatkan sebagian dari siksa neraka. Dan dikatakan, “ini tempat tinggal kamu, hingga Allah membangkitkan kamu di hari kiamat.”

Ini dalil bahwasanya siksa kubur itu sebuah keniscayaan yang sedikit pun tidak boleh kita ragu.

Dari Anas ra: Sesungguhnya seorang hamba ketika sudah ditaruh di kuburannya dan teman2nya sudah berpaling ke rumahnya sesudah menguburkannya, sesungguhnya dia mendengar suara sandal mereka ketika mereka kembali ke rumahnya. Kemudian dua malaikat mendatanginya, dan mendudukannya, lalu bertanya, “apa pendapatmu tentang Muhammad?” “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Lihat tempatmu di neraka, Allah gantikan dengan syurga.” Maka ia melihat kedua2nya.”

Intinya, orang2 di alam kubur ini, sudah bisa melihat sebagian dari neraka dan syurga.

Orang kafir dan munafik mengatakan tidak tahu ketika ditanya tentang Nabi Muhammad. Sehingga mereka sudah mendapatkan siksa2 di Alam Kubur.

Bagaimana adzab orang2 kafir di kubur?

Di Quran surat Thoha tadi: “Barangsiapa yang berpaling dari mengingat Aku, maka sesungguhnya ia mendapatkan kehidupan di alam kubur yang sulit sempit.

Orang kafir di kubur itu disiksa dengan 99 Tinniin (ular yang besar, yang mematoknya dengan patokan yang sangat menyakitkan).


Semoga kita semua dibebaskan dari adzab kubur.

Kamis, 11 Desember 2014

Sarana-Sarana yang Dipakai oleh Allah untuk Mengalahkan Orang Kafir dan Memenangkan Orang Beriman

1. Menurunkan malaikat-malaikat Nya membantu perjuangan orang-orang beriman, dan peristiwa-peristiwa alam yang sudah diatur oleh Allah.

Ketika kita memahami janji Allah seperti ini, maka kita menjadi semangat. Bahwa dalam perjuangannya, orang beriman tidak sendirian. Intervensi Allah dalam perjuangan kaum muslimin adalah keniscayaan.

QS Al Anfal 9-10: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Di awal ayat ini digunakan kata “idz” yang artinya ingatlah, Ulama tafsir mengingatkan kalau ada ayat Al Qur’an yang dimulai dengan “idz”, maka ini menandakan sunnatullah (ketentuan Allah) yang akan berlangsung sepanjang masa.

Antara permintaan hamba Allah untuk diberikan kemenangan, dan dengan turunnya kemenangan, hanya berjarak sekejap saja. Pertolongan Allah yang segera datang ini, tujuannya agar kita tsiqoh (percaya) kepada Allah. Ini bukan terjadi pada perang Badar saja, tapi juga pada kejadian2 lain.

Agar orang Islam sadar, bahwa lambatnya pertolongan umat Islam itu dikarenakan umat Islam bercerai berai.

Datangnya para malaikat adalah agar hati kamu merasa tentram.

Ingat! Kaum muslimin tidak boleh ghurur! Karena kemenangan semuanya datangnya dari Allah. Yang menciptakan hasil adalah Allah.

QS Al Ahzab 9: “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”

Cara Allah menghancurkan orang kafir dengan cara menurunkan bala tentaranya, seperti angin dan malaikat. Di antara pasukan Allah bukan hanya malaikat tapi juga angin (ar riih). Allah SWT bedakan maknanya, ketika dia disebut Riih (sebagai kata tunggal) maka itu adalah adzab. Tapi ketika dalam bentuk jamak, yaitu Riyaah, itu adalah angin yang berupa rahmat, yang meniupkan pohon-pohon dengan sepoi-sepoi.

Pemahaman bagi kaum muslimin, bahwa perjuangan mereka tidak sendirian.

Yang lainnya adalah hujan adzab. Hujan tidak selamanya rahmat, tapi ada juga hujan yang menghancurkan

QS Al Furqan 40: Sungguh benar2 mereka mendatangi sebuah negri yang dihujani dengan hujan adzab.

Di antara bentuk tentara yang diterangkan oleh Allah adalah hujan. Bagi orang-orang beriman, itu adalah sebuah peringatan agar orang-orang beriman tidak meniru pola kehidupan orang-orang kafir. Ketika orang beriman tidak mau bertobat, mengikuti orang kafir,

QS An Nisa 123: “(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.”

Tidak ada basa basi bagi manusia. Bukan angan-angan kosong kamu wahai orang-orang beriman, dan bukan angan-angan kosong bagi kamu wahai ahli kitab. Semuanya tegas Allah jelaskan dalam Al Quran.

QS At Taubah 40: Jika kamu tidak mau menolong Nabi, maka ketahuilah Allah akan menolong Nabi dan memenangkan Nabi, ketika Nabi diusir oleh orang-orang kafir.

Kita tahu Nabi diusir oleh orang-orang kafir. Di antara cara orang-orang kafir melampiaskan kebencian terhadap orang-orang Islam, adalah dengan cara mengusir. Meskipun diusir itu dikesankan bahwa rasulullah kalah, tapi di dalam Al Quran diterangkan bahwa Rasulullah dimenangkan oleh Allah.

Logika sebagian masyarakat adalah, yang diusir itu kalah, yang mengusir itu menang, tapi dalam logika Al Quran tidak demikian. Ketika 13 tahun d Mekkah diteror, tapi justru di Madinah justru terasa luas. Kemenangan ini tidak akan terjadi kalau tidak ada peristiwa hijrah.

Perang Hunain, ketika kaum muslimin di awalnya kalah, karena terkena penyakit ujub dnegan dirinya. Ini terjadi setelah Fathu Mekkah (Penaklukan kota Mekkah), dan ada orang2 yang belum matang keimanannya, dengan mengatakan bahwa kita tidak akan dikalahkan karena jumlah kita banyak, Allah tegur dengan kekalahan di awal.

Kocar kacirnya orang2 kafir adalah karena Allah turunkan bala tentaranya berupa malaikat. Bukan atas usaha kaum muslimin.

QS At Taubah 25-26: Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.


2. Dengan bencana demi bencana

Di dalam Al Quran disebut

Ar Ra’d 31: Dan orang2 kafir senantiasa akan ditimpa oleh bencana yang besar yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri, sehingga datang janji Allah.

Yang dimaksud dengan janji Allah, adalah kemenangan kaum muslimin. Allah berikan informasi kepada kita, bahwa orang kafir senantiasa akan ditimpa dengan bencana demi bencana. Karena mereka kufur terhadap Allah.

3. Allah menyiksa dengan melemparkan permusuhan di antara mereka.

Memang benar bahwa ketika memusuhi kaum muslimin mereka bersatu, tapi ketika sedang tidak memusuhi kaum muslimin, mereka saling memusuhi.

Hati mereka bercerai berai

QS Al Maidah 14: “Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.”

Mereka punya harta, anak, tapi justru itu menambah siksa mereka. Tersiksa ketika kehilangan emreka, tersiksa untuk jaga emreka. Berbeda dengan orang beriman, ketika ada anak, mereka gunakan dalam rangka beribadah kepada Allah.


QS At Taubah 55: Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.